Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS Mahkamah Agung

Penerimaan CPNS 2017

Lowongan KarirInformasi CPNS 2017, Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS Mahkamah Agung, Mahkamah Agung Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun  2017 tanggal  7 Juli 2017 tentang Kebutuhan  Pegawai Aparatur Sipil Negara Galon  Hakim di  Lingkungan  Mahkamah  Agung  Tahun  Anggaran  2017  membuka  kesempatan  kepada Warga Negara Indonesia pria dan  wanita yang  memiliki  integritas dan  komitmen tinggi untuk menjadi  Hakim yang  akan ditugaskan pada tiga lingkungan peradilan di bawah  Mahkamah  Agung  di seluruh Indonesia, melalui  penerimaan Calon Hakim dengan ketentuan sebagai berikut:

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNSInformasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

II. RENCANA PENEMPATAN

Para pelamar Calon Hakim Mahkamah  Agung yang dinyatakan lolos seleksi cpns penerimaan Calon Hakim akan ditempatkan pada  Pengadilan  Negeri,  Pengadilan  Agama  dan  Pengadilan Tata Usaha  Negara di seluruh wilayah Republik Indonesia. Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

III. KETENTUAN UMUM

  1. Proses  Seleksi  CPNS Penerimaan  Calon  Hakim  Mahkamah Agung  RI Tahun  Anggaran  2017 terbuka untuk semua Warga Negara Indonesia.
  2. Bersedia mengikuti seluruh proses tahapan seleksi.
  3. Seluruh tahapan proses seleksi cpns tidak dipungut biaya apapun.
  4. Bersedia  ditempatkan di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia.
  5. Apabila  dalam  pendidikan  Calon  Hakim dinyatakan  tidak  lulus cpns  maka status  sebagai  PNS dinyatakan gugur.
  6. Bila  ada  hal-hal  yang  kurang  jelas,  pelamar  dapat  menghubungi  call  center  Seleksi  Calon  Hakim Mahkamah Agung pada nomor 082110891729 atau melalui menu helpdesk pada SSCN BKN.

IV. PERSYARATAN Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

IV. 1  Persyaratan CPNS Pelamar Formasi Umum

a. Warga  Negara  Indonesia  yang  bertakwa  kepada Tuhan  Yang  Maha  Esa, setia,  dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b.   Sehat jasmani dan rohani.

c. Berkelakuan   baik dan tidak pernah  dipidana  penjara  berdasarkan  putusan  pengadilan  yang  telah berkekuatan hukum tetap.

d. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/Polri.

e. Tidak  berkedudukan  sebagai  Calon  Pegawai   Negeri  Sipil  (CPNS)  atau  Pegawai  Negeri  Sipil (PNS)/Anggota TNI/Polri.

f. Memiliki  kualifikasi pendidikan  sesuai  dengan  persyaratan jabatan,  dari Perguruan Tinggi  Negeri atau swasta dengan program studi yang terakreditasi minimal B/Sangat Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi  (BAN PT)  pada  saat ijazah tersebut dikeluarkan, jika akreditasi  tidak tertulis di dalam ijazah, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas.

g. lndeks   Prestasi   Kumulatif   (IPK)   minimal   2,75   (dua   koma   tujuh   puluh   lima)   skala   4,00(empat  koma  nol),  dibuktikan  dengan  Fotokopi  ijazah  dan  transkrip  nilai,  dilegalisir  sekurang-kurangnya oleh Dekan atau yang sederajat.

h. Usia minimal  22  (dua  puluh  dua)  tahun  dan  maksimal  32  (tiga  puluh  dua)  tahun  per  tanggal 1    Desember 2017.

 

IV.2  Persyaratan Pelamar CPNS Formasi Cumlaude

a. Warga Negara  Indonesia  yang  bertakwa  kepada Tuhan  Yang  Maha  Esa. sefia,  dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. Sehat jasmani dan rohani;

c. Berkelakuan  baik dan lidak  pernah  dipidana  penjara berdasarkan  putusan pengadilan  yang telah berkekualan hukum tetap:

d. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/POLRI;

e. Tidak  berkedudukan  sebagai  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  (CPNS)  atau  Pegawai   Negeri  Sipil (PNS)/Anggola TNI/POLRI;

f. Memiliki  kualifikasi  pendidikan  sesuai  dengan  persyaratan jabatan,  dari  Perguruan  Tinggi  Negeri atau  swasta yang terakreditasi  A/Unggul dengan  program studi  yang  terakreditasi A/Unggul dari Badan Akredilasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) pada saat ijazah tersebut dikeluarkan, jika akreditasi tidak tertulis di dalam ijazah. maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakultas.

g. Lulusan terbaik (cumlaude/dengan pujian) dibuktikan dengan  Folokopi  ljazah dan Transkrip Nilai dilegalisir sekurang-kurangnya oleh Dekan atau yang sederajat;

h. Usia  minimal   22  (dua  puluh  dua)  tahun  dan  maksimal   32  (tiqa  puluh  dua)  tahun  per  tanggal 1 Desember 2017.

IV.3  Persyaratan Pelamar Formasi Khusus Papua dan Papua Barat

a. Warga  Negara  Indonesia  yang  bertakwa  kepada Tuhan  Yang  Maha  Esa,  setia,  dan taat kepada Pancasila, UUD 1945 dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

b.   Sehat jasmani dan rohani.

c. Berkelakuan   baik dan tidak  pernah  dipidana  penjara  berdasarkan  putusan  pengadilan  yang  lelah berkekuatan hukum tetap.

d. Tidak pernah  diberhentikan dengan hormat tidak alas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS/Anggota TNI/POLRI.

e. Tidak  berkedudukan  sebagai   Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  (CPNS)  atau  Pegawai  Negeri  Sipil (PNS)/Anggota TNI/POLRI.

f. Memiliki  kualifikasi pendidikan  sesuai  dengan  persyaralan jabatan,  dari  Perguruan Tinggi  Negeri atau swasta dengan program studi yang terakreditasi minimal B/Sangal Baik dari Sadan Akredilasi Nasional  Perguruan Tinggi  (BAN PT)  pada saat ijazah tersebut dikeluarkan, jika akredilasi tidak tertulis  di dalam [azah, maka dibuktikan dengan surat keterangan dari Fakullas.

g. lndeks   Prestasi   Kumulalif   (IPK)   minimal   2,75   (dua   koma   tujuh   puluh   lima)   skala   4,00 (empat koma nol). dibuktikan dengan Folokopi ijazah dan lranskrip, dilegalisir sekurang-kurangnya oleh Dekan atau yang sederajat.

h. Persyaratan pelamar formasi  khusus Papua dan Papua  Baral (sesuai dengan  Permenpan Nomor 20 Tahun 2017 huruf C angka  3.b):

1)  Menamatkan pendidikan Sekolah Dasar atau yang sederajat, Sekolah Menengah  Pertama atau yang sederajat dan Sekolah  Menengah  Alas atau yang sederajat di wilayah  Papua dan  Papua Barat. dibuktikan dengan Folokopi ijazah yang dilegalisir; atau

2)  Garis keturunan orang tua (bapak) asli Papua dan  Papua  Barat, dibuktikan dengan Surat Akta Kelahiran  pelamar.  Folokopi  KTP  bapak  (ayah  kandung)  dan  surat  keterangan  hubungan keluarga dari kelurahan/desa (formulir lerlampir).

i. Usia  minimal  22  (dua  puluh  dua)  tahun  dan  maksimal  32  (liga  puluh  dua)  tahun  per  tanggal 1   Desember 2017. Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

IV.4  Persyaratan Khusus CPNS Pelamar Formasi Calon Hakim Peradilan Agama

a. Wajib dapat membaca dan memahami  kitab kuning;

b. Apabila dinyatakan tidak mampu sebagaimana  poin a maka yang bersangkutan dinyatakan gugur;

c. Beragama   Islam.

V. TATA CARA PENDAFTARAN Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

a. Melakukan  registrasi online  melalui situs  https://sscn.bkn.go.id  mulai  hari Selasa,1  Agustus  2017 dan ditutup pada hari Sabtu  26 Agustus  2017 dengan mengisi  form  yang  telah  disediakan menggunakan data kependudukan yang valid (harap mencatat dan menyimpan dengan baik user name dan password pada saat registrasi).

b. Metode Ujian Calon Hakim Tahun Anggaran 2017 akan menggunakan Sistem Computer Assisted Test (CAT).  Ujian CAT dilaksanakan  di 30 (tiga puluh)  lokasi,  pelamar dapat memilih lokasi ujian terdekat. Adapun lokasi ujian Computer Assisted Test (CAT)dimaksud adalah sebagai berikut:

1. BKN Pu sat di Jakarta

2. Kanreg BKN I   Yogyakarta

3. Kanreg BKN II Surabaya

4. Kanreg BKN Ill Bandung

5. Kanreg BKN IV Makassar

6. Kanreg BKN  VI Medan

7. Kanreg BKN VII Palembang

8. Kanreg BKN VIII Banjarmasin

9. Kanreg BKN IX Papua

10. Kan reg BKN X Denpasar

11. Kanreg BKN XI Manado

12. Kanreg BKN XII Pekanbaru

13. Kanreg BKN XIII Aceh

14. UPT BKN Padang

15. UPT BKN Jambi

16. UPT BKN Kendari

17. UPT BKN Mataram

18. UPT BKN Serang

19. UPT BKN Gorontalo

20. UPT BKN Semarang

21. PT/PTA Nusa Tenggara Timur

22. PT/PTA Kalimantan Timur

23. PT/PTA Kalimantan Baral

24. PT/PTA Kalimantan Tengah

25. PT/PTA Bangka Belitung

26. PT/PTA Maluku Utara

27. PT/PTA Sulawesi Tengah

28. PT/PTA Lampung

29. PT/PTA Maluku

30. PT/PTA Bengkulu

c. Setelah  melakukan  registrasi  online dan mendapatkan  Kartu Pendaftaran  Registrasi  Online,  pelamar harus menyampaikan surat lamaran tertulis dengan melampirkan:

1)   Dokumen (print out) Kartu Pendaftaran Registrasi Online;

2)    Surat lamaran ditulis tangan dengan tinta hitam dan ditandatangani di alas meterai Rp 6.000,-yang ditujukan  kepada  Sekretaris  Mahkamah  Agung  RI.  Tanggal  surat  lamaran  disesuaikan  dengan tanggal   pada  saat   melakukan   registrasi   online   pada   SSCN   BKN   yaitu   di   antara  tanggal 1    s.d. 26 Agustus 2017;

3)    Fotokopi Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku;

4)    Fotokopi ljazah dan transkrip  nilai dilegalisir o/eh pejabat yang berwenang;

5)  Untuk Formasi Pelamar Umum dan Formasi Pelamar Papua dan Papua  Barat, Surat Keterangan/bukti   lain  yang   menunjukkan    program   studi  pelamar  terakreditasi   minimal B/Sangat Baik,  dari  Badan  Akreditasi  Nasional Perguruan Tinggi  (BAN  PT)  pada  saat ijazah tersebut dikeluarkan, jika akreditasi tidak tertulis di dalam ijazah, maka dibuktikan dengan  surat keterangan dari Fakultas;

6)    Untuk  Formasi  Pelamar Cumlaude,  Surat  Keterangan/bukti  lain  yang  menunjukkan  Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang terakreditasi A/Unggul dengan program studi yang terakreditasi  A/Unggul  dari Badan  Akreditasi  Nasional  Perguruan  Tinggi  (BAN  PT)  pada  saat ijazah  tersebut dikeluarkan, jika akreditasi  tidak tertulis di dalam ijazah,  maka dibuktikan  dengan surat keterangan dari Fakultas;

7)   Pas foto terbaru  ukuran  4 cm  x 6 cm  sebanyak 4  lembar (latar belakang warna  merah),  dengan menuliskan nomor registrasi online dan nama pelamar di belakang foto tersebut.

Berkas-berkas tersebut dimasukkan ke dalam amplop warna coklat dan disudut kanan  atas ditempel potongan nomor pendaftaran registrasi online. Selanjutnya dikirimkan kepada Panitia Seleksi Penerimaan   Calon   Hakim   Mahkamah   Agung   RI  Tahun   Anggaran    2017   melalui   POS  dengan PO  BOX  2700  Jakarta  10027  paling  lambat  tanggal   26  Agustus   2017  Cap  Pos  dan  selambat-lambatnya diterima tanggal 31 Agustus  2017.

d. Pelamar  yang  dinyatakan  lulus  seleksi  administrasi  dapat  mencetak   Kartu  Tanda  Peserta  Ujian melalui situs https://sscn.bkn.go.id

 

VI. TAHAPAN  DAN JADWAL  SELEKSI CPNS

Vl.1   TAHAPAN  SELEKSI

Seleksi penerimaan Calon Hakim Mahkamah  Agung  RI Tahun Anggaran 2017 dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:

a. Seleksi Administrasi.

b. Seleksi Kompetensi  Dasar (SKD) dengan Computer Assisted Test (CAT);

1)   Peserta  yang dinyatakan  lulus Seleksi Administrasi  berhak untuk mengikuti  SKD sesuai  dengan lokasi tes yang dipilih;

2)    Peserta  yang lulus SKD sebanyak  3 (tiga) kali jumlah  formasi selanjutnya berhak mengikuti SKB;

3)   Standar kelulusan SKD dan SKB diatur dengan peraturan Menteri PAN dan RB.

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

c.   Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), terdiri dari:

1)   Tes materi bidang hukum menggunakan Computer Assisted Test (CAT) dengan bobot 50%;

2)    Psikotes dengan bobot 25%;

3)   Wawancara dengan bobot 25%;

4)    Khusus  pelamar Calon  Hakim Peradilan Agama ditambah  materi Membaca  dan Memahami Kitab Kuning;

d. lntegrasi Nilai SKD dan SKB:

Nilai SKD dan SKB diintegrasikan berdasarkan Permenpan Nomor 20 Tahun 2017;

e. Pengumuman hasil Seleksi Akhir:

1)   Hasil seleksi akhir merupakan  nilai kumulatif dari nilai SKD dan SKB;

2)    Peserta  dengan rangking tertinggi sesuai jumlah formasi dinyatakan lulus seleksi Calon Hakim dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua Panitia Seleksi,  hasil keputusan lidak dapat diganggu gugat.

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

VII. PERSYARATAN  REGISTRASI  ULANG BAGI YANG DINYATAKAN LULUS SELEKSI CALON HAKIM

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

1. Pelaksanaan  Registrasi  ulang  dilakukan  mulai  tanggal  November  2017  dan  selambat-lambatnya diterima pada tanggal 15 November 2017.

2. Syarat Pemberkasan:

a) Fotokopi kartu tanda peserta ujian;

b) Membuat Surat Lamaran yang ditujukan Kepada Sekretaris Mahkamah Agung RI dengan  dibubuhi meterai Rp.6000,- ditulis tangan dengan tinta hitam pada kertas dobel folio bergaris dengan mencantumkan jabatan yang dilamar;

c) Fotokopi KTP yang masih berlaku;

d) Mengisi  Daftar Riwayat Hidup  beserta surat pernyataan  bersedia ditempatkan di seluruh  wilayah NKRI bermeterai Rp.6000,- sesuai dengan format yang telah disediakan dan ditempel foto;

e) Fotokopi  ijazah    terakhir   dan    transkrip    nilai    dilegalisir   oleh    Rektor/Direktur/Ketua/Dekan Fakultas/Kepala Sekolah/Kanwil  Dikbud setempat;

f) Asli  dan   Fotokopi  legalisir  surat  Keterangan  Berbadan  Sehat  dari  Rumah  Saki!  Pemerintahsetempat yang masih berlaku;

g) Asli  dan   Fotokopi   legalisir   surat   Keterangan   Bebas   Narkoba/NAPPZA   dari   Rumah   Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku;

h) Asli dan  Fotokopi legalisir Surat Tanda  Pencari Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan  yang masih berlaku;

i) Asli dan Fotokopi legalisir Surat Keterangan Catalan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku;

j) Pas foto terakhir ukuran 3 cm x 4 cm  latar belakang warna merah sebanyak 8 lembar (ditulis nama dan formasi jabatan).

3. Tata Cara Penyusunan Berkas:

A. Pada MAP pertama terdiri dari:

a) Fotokopi kartu tanda peserta ujian;

b) Pas foto berwarna ukuran 3 cm x 4 cm  latar belakang  merah sebanyak  8 lembar (ditulis nama dan formasi jabatan);

c) Fotokopi  ijazah  terakhir  dan  Transkrip  Nilai  dilegalisir  oleh  Rektor/Direktur/Ketua/Dekan Fakultas/Kepala Sekolah/Kanwil Dikbud setempat sebanyak 1    rangkap;

d) Daftar Riwayat  Hidup,  beserta  Surat  Pernyataan  bersedia  ditempatkan  di  seluruh  wilayah NKRI sebanyak 1    rangkap;

e) Asli surat Keterangan Berbadan  Sehat dari Rumah Sakit  Pemerintah setempat yang  masih berlaku sebanyak 1   rangkap;

f) Asli surat Keterangan Bebas Narkoba/NAPPZA dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku sebanyak 1    rangkap;

g) Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian yang masih berlaku sebanyak 1  rangkap;

h) Asli Surat  Tanda  Pencari  Kerja  dari  Kementerian  Ketenagakerjaan  yang   masih   berlaku sebanyak 1    rangkap;

i) MAP ditulis identitas berupa nomor peserta, nama, formasi jabatan, tempat lahir (tempat lahir harus setingkat Kabupaten/Kota), dan alamat rumah serta Kode Pos dengan  mencantumkan nomor telepon, email dan nomor handphone yang mudah dihubungi/yang  masih aktif.

Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

B. Pada MAP kedua terdiri dari:

a) Surat Lamaran  yang  ditujukan  kepada  Sekretaris  Mahkamah   Agung   RI  dengan   dibubuhi meterai  Rp.6000,- ditulis tangan dengan tinta hitam pada kertas dobel folio bergaris dengan mencantumkan jabatan yang dilamar sebanyak 2 rangkap;

b) Fotokopi  ljazah    dari    SD     s.d.     Terakhir     dan     Transkrip    Nilai    dilegalisir    oleh Rektor/Direktur/Ketua/Dekan   Fakultas/Kepala  Sekolah/Kanwil   Dikbud   setempat  sebanyak 1    rangkap;

c) Daftar  Riwayat  Hidup,  beserta  Surat  Pernyataan  bersedia  ditempatkan  di  seluruh  wilayah NKRI sebanyak 1    rangkap;

d) Fotocopy legalisir surat Keterangan  Berbadan Sehat dari Rumah Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku sebanyak 1    rangkap;

e) Fotocopy legalisir surat  Keterangan  Bebas  Narkoba/NAPPZA dari  Rumah  Sakit Pemerintah setempat yang masih berlaku sebanyak 1    rangkap;

f) Fotokopi   legalisir  Surat   Keterangan   Catatan   Kepolisian   yang   masih   berlaku   sebanyak 1   rangkap;

g) Fotokopi legalisir Surat Tanda Pencari Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan yang  masih berlaku sebanyak 1    rangkap;

h) MAP ditulis identitas berupa nomor peserta,  nama, formasi jabatan, tempat lahir (tempat lahir harus setingkat Kabupaten/Kota),  dan Alamat  rumah serta Kode Pos dengan  mencantumkan nomor telepon, email dan hand phone yang mudah dihubungi/yang masih aktif.

C. WARNA  MAP:

1. Untuk Peradilan Umum map berwarna merah;

2. Untuk Peradilan Agama map berwarna hijau;

3. Untuk Peradilan TUN map berwarna kuning.

4. Berkas  dimaksud  ditujukan  kepada  Sekretaris  Mahkamah   Agung  RI c.q.  Kepala  Biro  Kepegawaian

Badan   Urusan  Administrasi   Mahkamah  Agung    RI  dikirim   melalui   pos  dengan   PO   BOX  2700

Jakarta 10027 selambat-lambatnya diterima pada tanggal 10 November 2017.

VIII. LAINLAIN Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS

  1. Mahkamah  Agung   RI  tidak bertanggung  jawab  alas  pungutan  atau tawaran  berupa  apapun  oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan  Mahkamah Agung  RI atau Panitia.
  2. Pelamar dilarang  melayani tawaran/janji  untuk  penerimaan  sebagai  Calon  Hakim Mahkamah Agung RI dari pihak manapun.
  1. Bagi pelamar yang telah dinyatakan lulus seleksi cpns namun sampai dengan batas waktu yang ditetapkan tidak melengkapi berkas persyaratan, maka dianggap mengundurkan diri.
  2. Bagi  pelamar  yang  telah  dinyatakan  lulus  seleksi  tetapi  mengundurkan   diri,  maka  diwajibkan membuat Surat Pernyataan Mengundurkan diri bermaterai  Rp6000,.
  1. Informasi Resmi CPNS dan Alokasi Formasi CPNS  Seleksi  Penerimaan Calon  Hakim  Mahkamah  Agung  RI 2017 hanya dapat dilihat dalam situs https://www.mahkamahagung.go.id, http://badilum.mahkamahagung.go.id, http://badilag.mahkamahagung.go.id, http://ditjenmiltun.mahkamahagung.go.id/  dan disarankan untuk terus memantau situs dimaksud.

 

PERHATIAN PENTING !!!
Kami tidak pernah meminta imbalan atau biaya dalam bentuk apapun terhadap rekrutmen disitus ini apabila ada pihak yang mengatasnamakan kami atau perusahaan meminta biaya seperti transportasi atau akomodasi atau yang lainnya bisa dipastikan itu PALSU.HATI HATI TERHADAP PENIPUAN YANG BERKEDOK LOWONGAN KERJA
Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yg ditimbulkan dari kejadian tersebut.
Para Pencari Kerja Mohon Lebih Berhati Hati

Leave a Reply